Klasik Beans, Koperasi  Pengimpor 2 Kwintal Kopi Ke Prancis Gaungkan Warga Indonesia Ngopi Sehat

Klasik Beans, Koperasi Pengimpor 2 Kwintal Kopi Ke Prancis Gaungkan Warga Indonesia Ngopi Sehat

14 Jan 2019   |   By Franco Londah   |   1008 Views

Tak Lengkap rasanya jika tidak membahas tentang koperasi  bernama Klasik Beans jika ingin mengetahui sepak terjang industri kopi di Garut. Perannya menjadi wadah sekaligus 'sekolah' tidak resmi bagi penggiat komunitas kopi di kota Garut -  tanpa menyebut nama seorang Eko Purnomo Widi. Melalui perannyalah banyak penggiat kopi yang bernaung dan akhirnya dapat  bergerak  berdiri mandiri. Kontribusi sosok Eko, sudah sedikit dijelaskan di dalam artikel sebelumny (klik tautan berikut ini untuk membaca Sunda Hejo; Kopi Garut Ramah Lingkungan Citarasa Aromanis)

Klasik Beans lahir di tahun 2008, dengan misi awal melakukan konservasi dan budidaya kopi robusta dan arabika dengan misi utama menghijaukan hutan. Koperasi Klasik Beans sendiri beralamat di Jalan Rancasalak RT. 01 RW. 03 Desa Rancasalak, Kandungora Garut,

Ide nya bermula dari keinginan Eko bersama rekan-rekannya untuk menaikan pamor para petani kopi, dari manapun ia mendapatkan hasil biji kopi. Melalui koperasi nya ia mendatangi para petani kopi dan membeli harga  kopi tiga kali lipat dari biasanya para petani menjual ke pengepul biasa. "Harga 2000 rupiah, dibeli seharga 6000 ribu rupiah," ucap Eko. Melalui program dan konsistensi memajukan kualitas hidup petani dan membantu wilayahnya untuk unggul dalam segi ekonomi, haarga kopi saat ini bisa mencapai kisaran Rp. 11.000,- per kilogramnya.

Selain menjual kualitas, dan memajukan para petani sambil bersamaan melakukan kegiatan ramah lingkungan, Eko ingin warga masyrakat lebih terbuka pola pikirnya dalam mengonsumsi kopi. Tidak sekedar ngopi tetapi membuat kopi yang dikonsumsi membantu menyehatkan tubuh yang meminumnya. "Mengajak masyarakat untuk ngopi sehat," ungkap Eko.Seloroh Eko ada benarnya, tak dapat dipungkiri toh dalam peribahasa asing menyatakan bahwa, "kita adalah apa yang kita makan (minum)" bukan Sobat Coklat?

Sepuluh tahun memakan asam garam dalam industri kopi, saat ini karyawan Eko pun kian bertambah. Mampu membuka ruang kerja baru bagi yang membutuhkan dan berbagi rejeki dengan sesama ,"awal-awal berdiri, jumlah karyawan hanya 20 orang, saat ini sampai 400 orang."

Disinggung berapa lama masa panen membutuhkan masing-masing maksimal empat bulan, Eko menjelaskan bahwa Arabika mulai dipanen sekitar bulan April sampai bulan Juli, sedangkan khusus Robusta, akan dipanen akhir bulan Juli sampai dengan bulan Oktober.

Karena hasil biji kopi ini berasal dari Jawa Barat, proses pengolahan pun dilakukan di sekitar wilayah dataran tinggi Jawa Barat karena membutuhkan suhu dingin untuk menjaga kualitas dan kelembabannya terjaga. Tempat proses pengolahan kopi atau biasa disebut setler tersebar di beberapa tempat di Jawa Barat, yakni; di kawasan  Pacet - Garut, lalu Ciwidey - Pangalengan - Puntang,  Manglayang - Bandung Timur, dan Cianjur. Sedangkan jalur distribusi mencakup ke wilayah Jabodetabek, Bandung dan Yogyakarta untuk skala lokal. Alasannya di tiga daerah tersebut, mayoritas warganya doyan kopi. Hal lain yang patut diacungi jempol adalah, distribusi skala internasional pun sudah berjalan dengan destinasi; Rostery Coffee Shop di negara Prancis. Total kopi yang dikirim sudah bukan kiloan lagi, tetap kwintal "biasanya setiap pengiriman ke Prrancis itu totalnya 2 kwintal, dan itu rutin dilakukan setiap bulannya," terang Eko kepada reporter kami, Reny Tanjung saat meliput bersama tim Sobat Coklat dalam kegiatan Sehari bersama Coklat Kita di dua kawasan kota Garut, di lapangan Santiong, Margawati (Kamis'29/11/18) dan Lapangan Dinas PU Cirendang, Sukagalih (Jum'at'30/11/18) bersama tiga orang musisi diantaranya; Ipang Lazuardi, Mahattir Alkatiry dan Ujang Rahmat aka Gebeg. 

Subjudul : "Apa yang Kau tanam, itu yang akan Kau petik suatu hari Nanti"

Subjudul di atas dirasa pantas untuk disematkan kepada Klasik Beans melalui beragam inovasi dan usaha positif nya. apabila kita menaman hal yang baik maka hasil yang kita petik akan baik juga, sebaliknya jika menanam hal yang negatif, hasil akkhirnya sudah tentu akan tidak baik. Maka dari itu Sobat Coklat, Segala hal yang ditekuni secara konsisten dan kerja keras, juga passion atau hasrat yang mengiringi setiap langkah yang dibuat akan menghasilkan hasil yang baik. Hal itu pulalah yang berhasil diraih oleh Klasik Beans ketika mengikuti ajang bergengsi dalam Kejuaraan Kopi Internsional di Atlanta, Amerika Serikat pada tahun 2014. Eko cs mampu  memenangkan Kejuaran Kopi International tersebut dan menyabet posisi juara 1.

Saat ini, program Klasik Beans yang sedang berjalan diantaranya mengikuti pameran-pameran seputar kopi dan salah satunya, berkolaborasi bersama Sobat Coklat dalam kegiatan Sehari Bersama Coklat Kita ini, misinya kembali lagi, ingin mensosialisasikan gerakan minum kopi sehat. Tidak berhenti disitu saja, dalam waktu dekat, Klasik Beans, dan penggita kopi lain, seperti Sunda Hejo akan diajak berkolaborasi dalam kegiatan sosial menanam kopi bersama PT Djarum.

Selain daripada itu, Eko melalui Klasik BEans nya ingin mengedukasi kopi ke kalangan anak muda, yang salah satunya melakukan 'kompetisi kopi tubruk' dengan progam lanjutan kedepannya membuka sekolah kopi untuk anak umur SMA dengan meminta dukungan kementrian lingkungan hidup. Ibu apa kabar? ini ada yang mau kerja sama, colek  (@SitiNurbayaLHK)

Salam #ngopisehat

 

Tags :