Kembali ke Masa Lalu lewat Seni Wayang Orang

Kembali ke Masa Lalu lewat Seni Wayang Orang

15 Jun 2015   |   By Sheisa Sastaviana   |   1956 Views

coklatkita.com - Kekayaan budaya Indonesia, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu yang menarik adalah wayang orang yang merupakan bentuk seni pertunjukkan tradisional Jawa, khususnya Jawa Tengah. Cerita yang diperankan oleh wayang orang diambil dari kisah Mahabrata dan Ramayana. Cerita-ceritanya mengandung pesan moral dan menyatu dalam jiwa masyarakat setempat. Tata panggung yang dramatis membuat siapapun yang menonton pertunjukkan wayang orang akan serasa dibawa ke masa lalu.

Wayang orang pertama kali diperkenalkan di Solo pada abad ke-18 dan diciptakan oleh KGPAA Mangkunegoro I. Seni pertunjukkan wayang orang terinspirasi dari drama seni yang berkembang pesat di Eropa. Pada tahun 1899, Pakubuwono X meresmikan Taman Sriwedari yang bisa digunakan oleh masyarakat sebagai taman hiburan. Taman Sriwedari merupakan tempat pertunjukkan wayang orang yang selalu bertahan digelar hingga saat ini. Kalau Sobat Coklat ingin menyaksikan pentujukkan seni Wayang Orang khas Solo, maka Taman Sriwedari wajib masuk dalam daftar kunjungan.

Wayang Orang Sriwedari mengalami masa kejayaan di tahun 1960 sampai 1970. Namun memasuki tahun 1985 ketika masyarakat mulai bisa menikmati tayangan televisi, penonton Wayang Orang Sriwedari mulai berkurang. Sebagai upaya untuk mengembalikan daya tariknya, maka pengelola Taman Sriwedari membenahi gedungnya yang telah berumur lebih dari 100 tahun. Salah satu lakon Wayang Orang yang sering dipentaskan di Taman Sriwedari berjudul ‘Santanu Banjut’, berkisah tentang Raja Santanu yang merupakan penguasa tertinggi Kerajaan Hastina yang selalu menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun internasional. Pentas seni wayang orang di Taman Sriwedari bisa dinikmati tiap Senin hingga Sabtu, jam 20.00 – 23.00 WIB. ***