Akankah Podcast Menggantikan Radio?

Akankah Podcast Menggantikan Radio?

13 Jul 2021   |   By Ganjar Pratama   |   202 Views

Coklatkita.com - Generasi dibawah 2000-an mungkin sepakat bahwa dulu radio adalah media informasi dan hiburan yang sangat populer, bahkan banyak orang yang mencita-citakan dirinya menjadi penyiar radio. Banyak kenangan manis pada masa itu, seperti rela menunggu jam tayang program radio kesukaanmu, lalu request lagu yang kalian dan teman-teman kalian suka, tidak lupa salam-salam buat teman atau gebetan yang barangkali lagi dengerin stasiun radio yang sama. Meski menggelitik jika di ingat-ingat, itu semua sekarang menjadi kenangan manis buat saya dan sobat coklat yang mengalami. Tapi seiring berkembangnya teknologi dan media digital, saat ini nasib radio seperti sedang merangkak kembali. Bagaimana tidak, beralihnya media populer anak muda seperti youtube sampai podcast menjadikan radio harus berputar otak agar tak ditinggal pendengarnya. Sobat coklat sudah pasti tahu lah apa itu podcast, ya benar, mirip dengan radio dengan format audio tapi kebanyakan fokus membahas suatu topik, lagu hanya selingan, bahkan ada iklannya. Jadi walau agak mirip, tapi beda antara radio dengan podcast. Pasti ngerti dong ya. Menurut Ratu Shafira ( Beliau penyiar BRadio ), menuturkan dampak yang terasa tentang adanya podcast bagi penyiar dan stasiun radio. Menurutnya dampaknya sangat besar, yang paling terasa adalah para pendengar radio akan terbagi dua, ada yang setia mendengarkan radio konvensional, ada yang beralih ke podcast, atau juga ada pendengar yang mendengar keduanya. Bagi penyiar mereka harus bisa beradaptasi oleh perkembangan zaman, banyak juga penyiar yang merambah kedunia podcast. Baginya, menjadi penyiar itu bermain teater of mind. Jadi pendengar bisa beimajinasi tentang topik yang dibahas, atau juga berimajinasi bagaimana wajah penyiar favoritnya, karna mereka hanya bisa mendengarkan. Selaras dengan Ratu Shafira, Wanda Urban mengatakan pergeseran teknologi ke ranah digital mempunyai impact yang sangat besar. Mau tidak mau banyak radio yang mulai merambah juga ke digital. Tambahnya, pergeseran ini menjadikan tantangan bagi penyiarnya itu sendiri. Bukan tanpa alasan, jika penyiarnya tidak mempunyai karakter dan program yang kuat maka sangat bisa mudah dilupakan. Ratu Shafira dan Wanda Urban sepakat dengan satu hal bahwa radio tidak akan mati, selama para pekerja, gerai toko, dan banyaknya kendaraan mobil menghidupkan radio sebagai media hiburannya.

Tags :