Tragedi dibalik Hari Peduli Sampah Nasional Di Indonesia

Tragedi dibalik Hari Peduli Sampah Nasional Di Indonesia

24 Aug 2020   |   By Franco Londah   |   108 Views

COKLATKITA.COM - Mengenang tragedi longsor gunung sampah TPA Leuwigajah yang merupakan cikal bakal Hari Peduli Sampah Nasional.

Di Ethiopia pada 12 Maret -15 Maret 2017, setidaknya ada 113 orang tewas akibat longsor tempat pembuangan akhir Koshe di pinggiran kota Addis Ababa, Ethiopia.  Mayoritas korban meninggal perempuan dan Puluhan orang lainnya juga mengalami luka-luka. Sampah yang dibiarkan menggunung akhirnya runtuh dan memicu tragedi mengerikan. Peristiwa ini juga meratakan puluhan rumah dan bangunan liar di kawasan tersebut. Hampir selama 50 tahun, Koshe menjadi tempat pembuangan empat juta jiwa negara Afrika timur.

Longsor sampah yang lebih memilukan  dan tercatat sebagai salah satu longsor sampah dengan angka korban terbanyak terjadi di Filipina pada awal millennium, 10 Juli 2000. Sebanyak 200 orang tewas terkubur karena longsor sampah di Payatas, Quezon City. Kemudian di tahun 2008, longsor sampah menghantam Guatemala. Korban jiwa  mencapai 50 orang. Lalu di sepanjang tahun 2002 dan 2005, terjadi longsor sampah di dua negara berbeda, di Cina dan Kolombia. Longsor sampah terjadi di Medellin, tempat kelahiran gangster flamboyan Pablo Escobar ini menewaskan 43 orang warganya dan di Chongqing, Cina 10 nyawa melayang. Di awal tahun 2018, tempat pembuangan sampah longsor di Maputo, ibukota Mozambik, pada 19 Februari. Setidaknya 17 orang tewas.\

Selain itu, peristiwa longsor sampah (puing-puing  & sisa bangunan) yang terjadi di Shenzen pada 2015, menghancurkan 33 gedung disekitarnya dan dilaporkan 73 korban meninggal serta 4 lainnya berstatus hilang hingga kini. 

Tragedi longsor sampah pun pernah melanda Indonesia pada tahun 2005 yakni di provinsi Jawa Barat dan Sumatera Barat. Tetapi, kejadian di Jawa Barat yang terparah dalam sejarah Indonesia. Total, 157 orang terkubur dalam peristiwa tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah di Desa Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat.  Sekitar 85 rumah yang ikut lenyap mencakup pemukiman Kampung Cilimus, Kampung Gunung Aki, dan Kampung Pojok. Ketiga kampung tersapu  karena berada tepat di bawah bantaran TPA di perbatasan kabupaten Bandung dan Cimahi..

Bencana gunung sampah TPA Leuwigajah ini sontak mengagetkan pemerintah dan penduduk Indonesia. Ribuan ton kubik sampah mengubur 8,5 hektar kebun dan lahan pertanian warga Kampung Pojok. Longsor berawal dari guyuran hujan deras selama dua hari berturut-turut di wilayah tersebut. Dilansir dari tirto.id, menurut Ahli Geofisika Eksplorasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. Edi Utomo, longsor kemungkinan besar terjadi karena material sampah organik dan nonorganik yang belum kopak. Hal itu, memicu munculnya ledakan gas metana (CH4) yang terkonsentrasi dalam jumlah yang besar terperangkap di dalam gunung sampah setinggi 60 meter dan panjang 200 meter. Kestabilan bukit sampah terganggu dan terjadi petaka longsor. 

Bencana ini tak lepas dari TPA Leuwigajah yang menampung 1,62 juta meter kubik sampah setiap tahunnya. Jumlah tersebut dalam 20 tahun mampu menutupi seperlima wilayah Bandung dengan sampah setinggi satu meter, menurut laporan Tempo yang dikutip LIPI pada 2005.

Tak berselang lama setelah longsor terjadi, Kepala Dinas Persampahan dari tiga daerah yaitu Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi, diseret ke pengadilan. Ketiga pemerintah daerah dianggap lalai menjalankan tugas hingga mengancam keselamatan sampai menghilangkan nyawa warga sipil.  Aparat yang bertanggung jawab divonis bersalah dan hukuman selama 18 bulan penjara.
Satu tahun setelah kejadian tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Penetapan tersebut didasari usul dan desakan dari beberapa pihak dengan tujuan untuk mengenang, serta memeringati bahwa sampah adalah musuh berbahaya yang bisa sangat mematikan. Hari Peduli Sampah jadi momen pemersatu masyarakat yang anti terhadap pencemaran lingkungan. Indonesia sendiri menduduki posisi kedua  dari enam negara di Asia— yang menghasilkan 60% limbah plastik di dunia.

Sampah memang menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai, baik bagi Indonesia, dan negara-negara penyumbang sampah di dunia. Perlu kerja sama semua pihak dan kesadaraan publik untuk bersama-sama mencari formula agar tidak ada lagi penumpukan sampah. Penglolaan yang buruk sampai membentuk bukit setinggi 50-60 meter dengan luas enam kali lapangan bola atau pencemaran sungai, banjir dan kumuhnya jalanan kota serta yang paling penting, tidak ada lagi bencana longsor terjadi. 

Tragedi TPA Leuwigajah sudah terjadi 15 tahun yang lalu. Memori akan peristiwa pilu itu kini kian redup seiring berjalannya waktu, tapi tidak bagi masyarakat adat Cirendeu. Setiap tahunnya, mereka akan duduk melingkar di sebuah punggung bukit dan sebagian dari mereka memainkan  alat musik tradisional karinding yang bernada tinggi, melengking, dan berpadu dengan embusan angin yang berderu kencang. Magis. Usai membaca doa bagi arwah para korban yang tertimbun, peserta yang mayoritas  berasal dari Kampung Adat Cirendeu menyusuri jalan setapak, menuruni bukit untuk menuju sebuah tebing yang menghadap sebuah lembah. Dasar lembah itu berwarna hijau oleh tanaman liar, meski tanah yang dipenuhi sampah masih mengintip di sela dedaunan. Di sana, mereka menebarkan bunga dan langsung diterbangkan angin yang mengalir liar. Pada tahun-tahun pertama selepas kejadian ilongsor sampah tu, pemerintah daerah masih rajin mengadakan acara peringatan tragedi TPA Leuwigajah. Namun, seiring waktu, acara peringatan kian jarang dilakukan. Terakhir di tahun 2010.Mungkin mereka sedang disibukkan hal lain yang jauh lebih penting dan lupa.

Saya harap kita tidak melakukan yang sama. Tidak lupa akan malapetaka buruk yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakpedulian kita terhadap lingkungan sekitar.

Sumber: 
https://regional.kompas.com/read/2011/02/21/20382467/Leuwigajah.Kami.Takkan.Lupa
https://regional.kompas.com/read/2009/02/21/10235571/peringatan.4.tahun.longsor.tpa.leuwigajah.dimulai.
https://regional.kompas.com/read/2010/02/24/14310222/warga.leuwigajah.tolak.pengaktifan.tpa.
https://regional.kompas.com/read/2009/02/23/13312839/refungsi.tpa.leuwigajah.bakal.lebih.baik.
https://tirto.id/waspada-bahaya-laten-longsor-sampah-ckVc
https://ayobandung.com/read/2020/02/21/80273/kampung-adat-cireundeu-mengenang-15-tahun-tragedi-longsor-leuwigajah
https://loop.co.id/articles/hari-peduli-sampah-nasional/full
https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01341976/157-korban-jiwa-karena-longsor-sampah-pada-2005-leuwigajah-kota-cimahi-jadi-lokasi-tapak-tilas-hpsn?page=5
https://kumparan.com/kumparannews/mengenang-tragedi-15-tahun-longsor-sampah-di-tpa-leuwigajah-cimahi-1syHik3jMIz/full

Tags :